1=1 # 2=1

Satu tetap satu…

Tapi kenapa dua,

Akhirnya menjadi satu… ??

Temanku Bukan Teman Biasa --- (TB2)

Kadang Aku tak mengerti apa yang Aku pikirkan

Tapi Aku tau apa yang Aku rasakan

Kertas putih dan pena

Teman Aku bercerita

Akhir Dunia

Cahaya maha cahaya
akan tersedot
oleh sebuah kegelapan kecil
yang sederhana.
Demikianlah kegempitaan
akan hilang
dalam kesunyian.
Terhapuslah seluruh warna
terhapuslah seluruh kata
terhapuslah seluruh kita
terserap dalam kegelapan
yang menghapuskan duka lara.
Kegelapan agung,
akan segera datang,
menjemput sang jagad
beserta pemiliknya.
Sang gelap
datang karena
cahaya
telah berbohong
dengan mencari kegemilangan
yang abadi.
Mimpi akan hilang
kenyataan akan hilang
tersaput oleh setitik
ke-tak-nyataan.

Hati Yang Berbohong

Aku selalu berteman dengan kemarahan

Dan Aku bermusuhan dengan api emosi

Tapi Aku bermuka dua antara

Benci dan dendam

Karena mereka semua adalah

Aku yang sedang membohongi hati

Asal-Usul

Api menjadi api,
Air menjadi air,
Garam menjadi garam,
Aku menjadi Aku,
Empat lahir dari empat,
Satu lahir dari satu,
Kosong, tak pernah kosong.

Tak Bisa Ku Miliki

Kutanam benih di hamparan taman

Kurawat selalu dia

Kuperhatikan perkembangannya

Hingga tak sadar oleh waktu

Berkembanglah dia

Menjadi sekuntum mawar cantik

Senyum hati ini

Melihatnya menari-nari

Disentuh oleh angin

Dan menebarkan wangi tubuhnya

Akupun dibuatnya terlena

Oleh pikiranku sendiri

Kumpulan kumbang pun datang

Diundang oleh bisikan angin

Akan kemolekan sang mawar

Satu demi satu mencoba untuk mendekatinya

Melihat itu, sang mawar tersenyum bahagia

Tapi melihat itu semua Aku cemburu

Mawar itu hanya milikku

Karena Aku yang selama ini bersamanya

Kupetik dia, dan tangan ku terluka oleh durinya

Mawar itu menangis dan layu pergi meninggalkanku

Dua Mata Sisi Yang Berbeda

Saat kubuka kedua mata ini

Satu sisi dari mata ada kebahagiaan

Sisi mata yang lain terekam kesedihan

Hingga air mata jatuh ke pipi

Luka hati yang menganga

Tersiram kembali oleh garam

Perih dan tersiksa

Karena sebuah penghianatan

Aku hanya manusia lemah

Yang rentan oleh kesalahan

Tapi bukan untuk disakiti

Karena Aku ingin dimengerti

Bingkai Untuk Sahabat

Sisi kayu empat

Biasa, tapi…

Sangat berarti

Bagai sahabat

Meski disetiap siku

Tertancap paku

Untuk mengaitkan

Satu sama lain

Jika terkena membuat sakit

Hingga berdarah

Tapi akan menjadi kuat

Dan tetap bertahan

Kadang sahabat

Bisa membuat terluka

Tapi itu hanya sesaat

Dan akan menjadi bahagia

Itulah bingkai untuk sahabat

Satu sama lain saling terkait

Meski suatu saat

Harus pergi, Akan kusimpan dalam hati

Kenangan memiliki

Sahabat sejati

Sekedar Simbolis

Bagai hujan yg melambangkan...

Kesedihan Tuhan melihat umatnya saling menderita.

Bagai Badai yg melambangkan...

Kemarahan Tuhan melihat umatnya saling merusak.

Bagai Suara Alam yg melambangkan...

Kebahagiaan Tuhan melihat umatnya saling merangkul.

Bagai Sinar Matahari yg melambangkan...

Kehangatan Pelukan Tuhan pada seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Run Away

Salahkah…

Jika pikiran kembali ke masa lalu

Tak bisa untuk dihindari

Bukan kehendak sendiri

Pergi…

Aku ingin lari

Tapi meninggalkan kekacauan

Jika harus berdiam diri

Akankah semua bisa terselesaikan..?

Don’t Run Away !