Tampilkan postingan dengan label Puisi Aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Aku. Tampilkan semua postingan

Bagaimana Kutau

Aku jatuh cinta bukan yang pertama

Meski hati ku sudah ada yang punya

Tapi hati ini masih ada rasa

Untuk mencintai yang lain

Tidak bermaksud untuk mendua

Karena aku tak tahu

Apa maksud hati ini

 

Siapa yang harus kupilih

Dia yang sudah memiliki hatiku

Atau dia yang telah mencuri hatiku

Itu semua buatku susah

Bagaimana caranya kutau

Mana yang terbaik buatku

Yang kucinta dan mencintaiku

 

Tuhan, tolonglah daku

Karena aku cinta mereka

Sebuah Kesempatan

Jika Tuhan memberi kesempatan

Akan sebuah harapan

Saat ku mulai menaruh hati

Kepada seorang laki-laki

Yang kuingin sebuah kepastian

Bukan harapan palsu

Nyatakan perasaan di hati

Dengan keyakinan

Ku tak ingin melewatkan

Perasaan yang dijatuhkan

Kata hati untuk mengungkapkan

Bahwa aku jatuh cinta olehnya


(dibuat khusus untuk Indah sahabatku dalam mengungkapkan perasaannya kepada cowok yag dia suka)

Pertemuan Kembali

Pandangan pertama saat berjumpa

Kulihat dirimu berbeda

Dari yang selama ini kutahu

Tak seperti mengenalmu

Gemetar tangan ini

Saat berkenalan kembali

Kelu bibir ini

Saat berbincang kembali

Hati jadi tak karuan

Bingung dan malu

Ku dibuatnya penasaran

Tentang apa yang ada di hatimu

Tak ada rasa canggung selama yang kurasa

Berkomunikasi di dunia maya

Tapi aku menjadi bodoh ketika

Ku harus menatap matanya

Shiro "I Love U" (Puisi to Indah & Shiro)

Saat kutau siapa kamu

Malu dibuatnya

Andai aku bisa berkata

Ku ingin jadi milikmu

Khayalku (puisi to Indah & Shiro)

Terperangkap di khayalku

Bola-bola impian mengisi kepalaku

Terbang bagai selebut kapas

Saat namamu menghias

Di setiap hari-hariku

Meski ini tak nyata

Tapi kuingin membuatnya nyata

Seperti adam dan hawa

Yang berada di tempat berbeda

Dipertemukan oleh cinta

Nyanyian Hati Untuk Someone

Kubuka mata di pagi yang cerah

Suara kicau burung gemuruh

Jantung berdetak kencang

Saat kudengar dering

Ooops….

Senyum simpul menghias

Dengan tatapan manis

Kudengar simfoni hati

Merangkai kata dan bait

Untuk terucap saat

Datangnya hari istemewa

Cita dan harapan terangkai

Disetiap sulaman doa

Karena itu aku disini

Ada untuk memberi warna

Dalam setiap bait-bait doamu

Mimpi dan Hidup

Mimpi. . .
Bermula dari kita menutup mata
Berakhir dari kita membuka mata

Mimpi adalah roh
Merangkai sebuah cita dan asa
Dalam sebuah sketsa cerita
Untuk mewujudkannya ke dunia

Hidup. . .
Bermula dari kita membuka mata
Berakhir dari kita menutup mata

Hidup adalah anugrah
Menjalani dengan tekad dan rasa
Dalam sebuah skenario cerita
Dari awal hingga akhir dunia

Waktu

Satu hari
bukanlah waktu
yang lama untuk hidup.
Juga bukan waktu yang lama
untuk mati.
Itulah waktu,
yang mencuri masa depan tak terbatas kita.
Itulah sang perasan
yang menolaknya.
Andai perasan berwujud,
maka ada sebuah revolusi,
yang merontokkan realitas.
Kenapa kita lahir dan mati,
jika takdir bisa kita kuasai?

Bingungkan!

Dalam batin
terendam segala rasa.
Terbenam segala asa
campur aduk
kegalauan
dan segalanya.
Campur aduk
demikianlah
yang kudengar
dari dalam diriku.
Kuingat
manusia lain,
dan kuanggap semua sama
sepertiku,
memendam kegalauan
dan ketidaktahuan.
Meski aku ragu,
benarkah aku pernah mengenal
sedikit hati kehidupan.

Sebatas Nafsu

Tak mengenal batas
ujung pangkal
dan hanya,
sudut pandang
Itulah sebuah pikiran
dangkalnya logika
keruhnya perasaan.
Manusia hanyalah,
sebongkah tanah yang hina
Dinjak-injak,
oleh manusia lain jua.
Apalah arti harkat dan martabat
Mereka hanya symbol,
yang dibuat oleh manusia
Pikiran dan iman,
sebagian kecil hadiah dari Tuhan,
yang nggak pernah disyukuri.
Berlaku selayaknya binatang,
tanpa berpikir dan
iman yang hilang.
Apalah makna hidup?
Tanpa adanya
Nafsu duniawi

Ku-ingin Menjadi Kekasih-NYA

Merah dan Putih,
Darah dan Hati,
Adalah lambang dari sebuah
Pengorbanan dan Ketulusan. . . .

Makna kehidupan
Demi satu kasih sayang-NYA. . . .
Rela melakukan pengorbanan
Untuk dapat menjadi kekasih-NYA. . . .

Diujilah ketulusan kita terhadap sesama.

Sakitnya Terlupakan

Rela ku Rela. . .

Jika memang harus begini

Menerima rasa sakitnya hati

Disetiap jalan cerita

Rasa untuk dipisahkan

Rasa untuk dikhianati

Rasa untuk disakiti

Dan rasa untuk dilupakan

Ku-rela untuk kau pisahkan

Ku-rela untuk kau khianati

Ku-rela untuk kau sakiti

Tapi tak rela untuk kau lupakan

Lebih baik berpisah karena berkhianat

Meski membuat hati terluka dan sakit

Daripada dilupakan olehmu

Dan tak dianggap ada olehmu

Salahkah Aku

Saat kulihat dia

Untuk yang pertama

Tak kurasakan rasa

Itu ada buat dia

Saat kupejamkan mata

Bayangan dia slalu ada

Meski aku tak ingat wajahnya

Tapi seakan aku dekat denganya

Apa benar perasaan

Tidak dapat disembunyikan

Dari sebuah kenyataan

Yang tak pernah terpikirkan

Salahkan aku, Tuhan

Aku punya perasaan itu

Perasaan yang membingungkan

Hati kecilku ini

Kalau aku sayang padanya

Pecundang Sejati

Aku tau…

Apa yang sudah Aku ketaui

Tapi terus mencari jawaban

Jawaban yang sudah Aku ketaui

Seperti buta dalam terang

Karena Aku lari dari kenyataan

1=1 # 2=1

Satu tetap satu…

Tapi kenapa dua,

Akhirnya menjadi satu… ??

Temanku Bukan Teman Biasa --- (TB2)

Kadang Aku tak mengerti apa yang Aku pikirkan

Tapi Aku tau apa yang Aku rasakan

Kertas putih dan pena

Teman Aku bercerita

Akhir Dunia

Cahaya maha cahaya
akan tersedot
oleh sebuah kegelapan kecil
yang sederhana.
Demikianlah kegempitaan
akan hilang
dalam kesunyian.
Terhapuslah seluruh warna
terhapuslah seluruh kata
terhapuslah seluruh kita
terserap dalam kegelapan
yang menghapuskan duka lara.
Kegelapan agung,
akan segera datang,
menjemput sang jagad
beserta pemiliknya.
Sang gelap
datang karena
cahaya
telah berbohong
dengan mencari kegemilangan
yang abadi.
Mimpi akan hilang
kenyataan akan hilang
tersaput oleh setitik
ke-tak-nyataan.

Hati Yang Berbohong

Aku selalu berteman dengan kemarahan

Dan Aku bermusuhan dengan api emosi

Tapi Aku bermuka dua antara

Benci dan dendam

Karena mereka semua adalah

Aku yang sedang membohongi hati

Asal-Usul

Api menjadi api,
Air menjadi air,
Garam menjadi garam,
Aku menjadi Aku,
Empat lahir dari empat,
Satu lahir dari satu,
Kosong, tak pernah kosong.

Tak Bisa Ku Miliki

Kutanam benih di hamparan taman

Kurawat selalu dia

Kuperhatikan perkembangannya

Hingga tak sadar oleh waktu

Berkembanglah dia

Menjadi sekuntum mawar cantik

Senyum hati ini

Melihatnya menari-nari

Disentuh oleh angin

Dan menebarkan wangi tubuhnya

Akupun dibuatnya terlena

Oleh pikiranku sendiri

Kumpulan kumbang pun datang

Diundang oleh bisikan angin

Akan kemolekan sang mawar

Satu demi satu mencoba untuk mendekatinya

Melihat itu, sang mawar tersenyum bahagia

Tapi melihat itu semua Aku cemburu

Mawar itu hanya milikku

Karena Aku yang selama ini bersamanya

Kupetik dia, dan tangan ku terluka oleh durinya

Mawar itu menangis dan layu pergi meninggalkanku