Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Hidup. Tampilkan semua postingan

Seseorang Yang Mencintai Kamu

Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, di mata dia, kamulah satu satunya.

Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah / gila.
Tp ia tidak pernah tau hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karna semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu.
Tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tau.

Seseorang yang mencintai kamu, akan mencaci maki atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya, karna ia peduli.

Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu.
Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut / bergetar untuk kamu.

Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata - kata itu tepat waktunya.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karna ia tidak mau mengingkari janjinya.
Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama lamanya.

Seseorang yang mencintai kamu, selalu memberitahumu untuk tidak berpikir terlalu banyak, karna ia sudah merencanakan semuanya untukmu.
Ia ingin memberikan kehidupan yang terbaik di masa mendatang. Ia ingin memberikanmu suatu kejutan, percayalah dia dapat melakukannya.

Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti perayaan hari jadi.
Tetapi ia tau bahwa setiap detik yang ia lalui, ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak mau berkata Aku mencintaimu dengan mudah, karna segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu.
Tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You pada situasi yang spesial, karna ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu.

Seseorang yang benar - benar mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya.
Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia / tersenyum.

Seseorang yang mencintai kamu, akan pergi ke airport untuk menjemput kamu, dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yang kamu harapkan.
Tetapi, iaakan membawakan kopermu dan menanyakan: “Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?” dengan hatinya yang tulus.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam.
Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah.
Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar - benar bekerja / manjur / berguna.

Seseorang yang mencintaimu, selalu memanggil kamu dengan sebutan gadis kecil.
Tetapi sewaktu ia menginginkan untuk membuat keputusan besar, dialah org pertama yang ingin mendengar saran dari kamu.

Seseorang yang mencintaimu, tidak suka akan boneka kecil seperti : beruang teddy.
Tapi ia akan selalu meletakkan boneka yang kamu hadiahkan di atas tempat tidurnya.

Seseorang yang mencintaimu, saat bertengkar, dia akan meminta maaf dengan tak terkontrol (secara terus menerus) meskipun kamu yang bersalah dan nantinya ia akan mengirimkan pesan kepadamu : “Sayang, sebenarnya itu adalah kesalahan kamu dan kamu sendiri sudah mengetahuinya”.

Seseorang yang mencintaimu, ketika merindukanmu, ia ingin membelikanmu seikat mawar dan menunggu dengan bodohnya di bawah apartemenmu.
Tapi ia tidak pernah tau, apa yang ia beli adalah bunga aster.
Tapi itu tidak menjadi masalah, karna dalam hatinya itu ialah bunga mawar.

Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata - kata manis.
Tetapi kamu tau, kecupannya sudah menyalurkan semua hasratnya kepadamu.

Perbedaan Suka, Sayang, dan Cinta

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama - sama."

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."

Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, "Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Perbedaan dan Prinsip

Manusia tercipta atas sgala perbedaannya,
Tapi kenapa prinsip itu sulit untuk dipersatukan!

Kecelakaan Motor

10 Maret 2004

Rutinitas Aku kembali seperti sedia kala, setelah kejadian di bulan februari lalu. Siang itu sepulang sekolah, hari rabu terdengar suara bel sekolah! Itu pertanda sekolah telah usai, Aku senang se-X akhirnya pelajaran ekonomi yang membosankan selesai. Aku bergegas membereskan semua peralatan dan buku masuk ke dalam tas, setelah di tutup oleh doa pulang, semua anak-anak dari kelas 1 hingga kelas 3, dari kelas A sampai kelas H berhamburan keluar layaknya ada bencana alam. Aku berjalan beriringan dengan teman-teman, sembari menuju ke tempat parkiran sekolah. Sudah sebulan Aku diijinkan untuk berangkat dan pulang sekolah bareng sama teman atau naik angkutan umum, karena sejak kejadian sebelumnya Ayah memberi kebebasan bersyarat pada Aku. Hari ini Aku pulang bersama teman sebangku yang akrab seX bernama Ollin.

Awalnya sech dalam perjalanan seperti biasanya, Tapi saat itu Aku duduk di boncengan dengan diam tanpa ngobrol sepatah kata-pun hanya pandangan mata yang sibuk melihat-lihat area sekitar tapi pikiran-ku saat itu kosong (entah apa yang sedang ku-pikirkan?!). Di dalam perjalanan, Ollin mengendarai motor-nya 80 km/jam, itu sech memang standard wajar untuk Ollin dan Aku-pun sudah terbiasa. Tiba-tiba pandangan mata ini berubah menjadi gelap hanya sinar putih yang menyilaukan mata ini (se-ingat aku…), apa yang telah terjadi? Aku sendiri-pun tidak tahu!

Berjalan melewati rel kereta api, di situlah awal mula musibah itu terjadi. Sesuai dengan uraian saksi mata, mereka menuturkan kejadian secara rinci karena terlihat dengan jelas se-X bagaimana sebuah truk gandeng melintas dengan kecepatan tinggi saat kita berdua sedang berhenti untuk menyeberang, truk itu menyenggol bagian depan motor. Aku terjatuh dari boncengan motor yang dikendarai oleh Ollin. Kejadian sangat cepat mereka yang ada disekitar lokasi sudah melihat Ollin terjantuh dengan kaki kanan tertimpa motor dan Aku tergeletak jauh dari motor dengan kondisi telapak tangan dan lutut kaki berdarah (wajar-lah, khan masih pakai rok pendek seragam sekolah) yang parah sampai helm warna ungu (half face) terbelah dua, belakang kepala dan dekat alis mata mengalami pendarahan. Ollin masih dalam keadaan sadar dan untung orang-orang itu baik dan akhirnya membawa Ollin dan Aku ke Rumah Sakit. Dan segeralah mereka menghubungi keluarga kami berdua.

Berbagai penanganan UGD sudah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit, tapi Aku tidak begitu tahu rincinya. Sudah 8 hari berlalu dari peristiwa itu, Aku-pun masih tidak bisa merasakan apa-apa, Aku tidak bisa merasakan sakitnya luka di tangan, di lutut kaki maupun di kepala Aku. Karena ternyata Aku dalam kondisi tidak sadarkan diri alias “KOMA” selama ± 177 jam atau kurang lebih 8 hari, Aku bagaikan orang mati yang tidak merasa sakit, lapar ataupun haus. Setelah terbangun dari tidur yang panjang, pertama kali yang ku-lihat adalah Ibu yang selalu setia menunggu dan Ayah pada saat itu masih kerja. Aku kaget pada kondisi diri-ku yang terbaring di atas ranjang bersprei putih, di kedua tangan-ku ada 2 selang yang berisi cairan berwarna bening di tangan kanan yaitu infuse dan di tangan kiri berisi cairan berwarna merah bertuliskan “PMI Blood (A-)”, ada juga selang oksigen yang ada di hidung-ku dan perban luka di kepala dan tetesan obat merah di luka telapak tangan. Kata yang terucap pertama X oleh Aku dengan terbata-bata adalah “A-ku…ha-usss…”, Ibu-pun memberikan segelas air putih dengan sedotan putih, saat minum Aku merasakan kesegaran yang luar biasa, bagaikan melakukan perjalanan panjang di padang pasir yang panas tanpa setetes air yang bisa ku-minum. Sejak saat itu, harapan Aku ingin tetap bersama keluarga dan bersama orang-orang yang Aku sayangi, Aku takut sendiri di ruang yang gelap tanpa ada seorang-pun yang Aku kenal hanya bisa mendengarkan suara-suara yang tak pernah ku-dengar sebelumnya, itu mengerikan!!! Aku sendiri juga tidak tahu apa yang sudah ku-alami saat itu, Aku-pun nggak bisa mengatakan pada orang, hanya bisa ku-ingat di dalam hati dan otak ini tentang apa yang sudah ku-lihat. Dan biarlah ini semua menjadi rahasia Aku dan hadiah dari Tuhan karena sudah memberi arti tentang makna hidup di bumi ini dan dunia entah berantah kelak.

Aku masih tetap menjalani perawatan secara intensif untuk melakukan scanning thorax (kepala) karena di dalam kepala masih terjadi pembekuan darah, jadi dokter secara rutin memberikan obat melalui jalur pengobatan seperti infuse yang fungsinya untuk mencairkan gumpalan darah di kepala. Memang kalau kambuh, sakit minta ampun serasa mau pecah. Beberapa minggu terbaring di Rumah Sakit, (Aku lupa harinya) teman-teman SMA datang menjenguk Aku saat jam kunjung sore di buka. Aku senang se-X, ternyata Aku nggak merasa sendiri-an dan kesepian, memiliki banyak teman yang sayang Aku selain keluarga. Mata ini kaget, tiba-tiba ku-lihat cowok itu (kakak kelas bernama “Yudith” yang suka sama Aku, masih ingat khan?!) berdiri diantara teman-teman Aku.

Ngapain Dia ada di sini…??” (dalam hati-ku berkata)

Ooo…menurut penjelasan “Mega” (salah satu temen cewek Aku) “karena ”Yudith” ingin ikut dan melihat keadaan Aku

Mega : “Nggak apa khan, kalau kita ngajakin “Yudith”??

Aku hanya mengangguk saja, nggak mungkin khan harus bilang terus terang kalau Aku nggak suka “Yudith” ada di sini (Rumah Sakit) waktu itu. Bukanya apa-apa sech, hanya saja gara-gara Dia waktu itu yang ngajakin pergi ke Jogja yang menyebabakan kebohongan Anak pada Ayah terjadi (jadi ingat peristiwa februari lalu dech…!!!). Pokoknya harus dilupakan dan di kubur!!!

Tapi meskipun begitu, Aku tidak benci pada-nya karena itu juga bukan 100% kesalahan Dia dan yang Aku inginkan hanya menjalin pertemanan bukan mencari musuh. Aku tahu rasa suka terhadap seseorang adalah hak mereka, Aku mengucapkan terima kasih atas perasaan Dia yang selama ini suka pada-ku tapi hanya hubungan pertemanan yang bisa kuberikan pada-nya. Dan akhirnya Dia-pun menerima keputusan-ku itu, pertemanan-pun terjalin diantara kita.

Hampir se-bulan Aku nginap di Rumah Sakit dan nggak masuk sekolah, setiba di rumah perasaan kangen muncul, langsung ku-peluk ULI (kucing kesayangan-ku) tidur bareng di atas kasur yang sudah lama tak ku-tiduri (kangen sama kamar-ku). Ternyata 5 hari Aku masih harus tinggal di rumah (bosen….tidur-makan-minum obat-mandi-tidur lagi) belum bisa langsung masuk sekolah. Hari pertama masuk sekolah Aku merasa senang, meskipun kepala masih diperban, jalan-nya belum tegak dan telapak tangan kanan yang masih sakit untuk menulis (akhirnya nulis pakai tangan kiri dech….!!), oya tapi ada yang buat Aku senang se-X yaitu Aku nggak perlu ikut pelajaran olah raga (senang-nya!!!) karena Aku memang nggak suka olah raga…he…he…he…^U^ . Sudah berbulan-bulan berlalu dari peristiwa itu, dan luka yang ada di tubuh dan kepala berangsur-angsur sembuh dan tak mengalami bekas luka hanya sedikit trauma.

Ujian kenaikan kelas 2 segera dimulai, Aku berusaha keras mengejar pelajaran yang ketinggalan selama ini, untung Aku punya teman-teman yang baik dan mau membantu untuk menjelaskan setiap materi pelajaran yang tak Aku mengerti. Suasana di sekolah itu sepi se-X, karena anak-anak kelas 3 sudah lulus, tapi Aku belum sempat mengucapkan “SELAMAT” pada “Yudith” atas kelulusannya dan kita tidak bertemu lagi sejak pertemuan di Rumah Sakit itu (aneh yua…meskipun kita satu sekolahan). Tapi Aku nggak menyesal karena sudah mengenalnya, mungkin kelak Aku akan melihat-nya lagi, suatu hari pasti bertemu lagi (sebenarnya nggak begitu berharap sech…!!!). Waktunya sudah tiba, hari pembagian raport kenaikan kelas dan tak disangka Aku menjadi Juara 1 Umum se-kelas satu selain juara 1 di kelas (bagiku ini merupakan hadiah dari Tuhan, I LOVE GOD), Aku dan Ayah tidak bisa datang karena ada suatu hal yang lebih penting dari itu semua. Hanya diwakilkan oleh kakak sepupu Aku yaitu “Mas edi”, dengan pemberian raport itu, di hari itu pula Aku resmi pindah sekolah ke kota Semarang. Yang sampai saat ini ku-sesalkan karena Aku belum mengucapkan terima kasih dan berpamitan dengan semua guru-ku (yang sudah banyak membantu dan minta maaf kalau merepotkan), ibu Ani (ibu kost tempat “Desi” yang selama ini sudah menganggap Aku sebagai anak sendiri) dan teman-teman yang selama ini ada buat Aku, Aku berterima kasih karena sudah memberi warna dalam perjalanan hidup-ku ini (tangis, tawa, marah dan kecewa sudah pernah ku-rasakan bersama kalian semua, SAHABAT-ku).

Terima Kasih SAHABAT dan Orang-Orang yang sudah mendukung Aku”

Pertama X Bo'ong

15 Februari 2004

Keesokan harinya tepat hari minggu tanggal 15 Februari 2004, Aku melakukan kebohongan untuk pertama kalinya pada Ayah. Aku meminta izin untuk pergi ke rumah teman SMP-ku dulu, karena hanya dengan begitulah Aku diizinkan untuk pergi membawa kendaraan sendiri, soalnya keluarga sudah tahu rumah teman-teman SMP-ku itu, yang nggak jauh dari rumah Aku. Padahal Aku sama se-X tidak pergi dengan mereka, tetapi pergi bersama teman-teman SMA yang rencananya kita akan pergi ke pantai Parangtritis, Yogyakarta (jika Aku tidak berbohong, pasti Aku tidak diizinkan pergi). Kita semua berkumpul di tempat kos-nya “Desi”, ada yang pergi sama pacar dan ada yang sama teman sejenis (maksudnya perempuan dan perempuan atau sebaliknya..!!). Akhirnya kita-pun berangkat tatkala waktu itu langit dalam keadaan mendung, karena kesenangan sesaat semua seakan terlupa hingga tiba-tiba di tengah perjalanan kita terjebak hujan besar disertai dengan badai. Kita semua berteduh di sebuah rumah penduduk, lama sudah tapi hujan tak kunjung reda (mungkin TUHAN tak’ merestui kita pergi kesana). Waktu menunjukan pukul 4 sore, yang sudah jelas kita nggak akan meneruskan niat untuk pergi ke pantai Parangtritis dan kita memutuskan untuk kembali pulang. Aku tiba di rumah sekitar jam 05.42 WIB dalam keadaan basah kuyup kehujanan dan memarkirkan kendaraan di luar, dengan melihat Ayah duduk di teras sambil membaca koran dan berkata:

baru pulang, dari mana saja??

Spontan aku jawab “dari Warung Apung, sama teman SMP

Exspresi wajah Ayah masih sama, membaca koran dan tanpa melihat ke arah-ku sama se-X, dengan polos Aku masuk ke dalam rumah dengan beranggapan kalau kebohongan Aku tidak ketahuaan (Amann…!!). Tiba-tiba bepapasan sama kakak “Kamu kemana ? Tadi siang kakak cari kamu di rumah “Niken” dan “Rahma” tapi kata-nya kamu nggak datang ke rumah dan tidak ada janji pergi bareng”. Tersentak-lah Aku mendengar itu, serasa jantung ini mau keluar, detaknya yang kencang setengah mati sampai tubuh-ku ini serasa tak bertulang, lemas, diam, takut dan dingin itu yang kurasa saat itu juga. Berarti semua kebohongan yang Aku lakukan, Ayah sudah tahu, Aku harus bagaimana nech? (dalam hati ku-berkata). Dalam lamunan-ku, suara ibu terdengar “cepat-lah mandi, nanti bisa sakit”. Langsung membuyarkan lamunan disaat tubuh ini masih berdiri agak gemetaran dan pakaian serta rambut basah, dengan segera Aku masuk kamar mengambil baju ganti dan membungkus rambut dengan handuk kering. Seusai mandi, Aku melihat Ayah duduk diam di ruang keluarga, suara dengan nada lemah tapi tegas intonasinya memanggil-ku “Ayah mau bicara!” (intinya Ayah memanggil Aku ke ruang keluarga). Dengan langkah yang berat dan tak seimbang, Aku menghampiri Ayah dan duduk di kursi (warna merah yang empuk, tapi kenapa buat Aku nggak nyaman) berhadapan di depan posisi duduk Ayah.

Ayah : “Terus terang sama Ayah, sebenarnya kamu pergi kemana dan sama siapa? Jangan coba untuk berbohong sama Ayah..!! Kenapa harus berbohong segala….

Aku : “Saya….pergi ke Jogja sama teman SMA, karena ada acara perayaan valentine

Ayah : “Apa kamu sudah punya pacar ??

Aku : “Apa…. Yah!!”(kaget dan terdiam)

Ayah : “Kalau-pun sudah juga tidak apa-apa, karena sebenarnya Ayah tidak melarang kamu untuk pacaran asalkan sebelumnya mau jujur sama Ayah

Aku : “Bukan itu alasannya, Yah!, Saya nggak punya pacar…tapi Saya bohong karena jika berkata jujur Ayah tidak mengizinkan-ku untuk pergi ke luar kota bersama teman-teman

Saya cuma ingin sebuah kebebasan….seperti anak-anak lain seusia-ku yang dengan bebas bisa pergi dan bermain. Saya sudah besar (maksudnya sudah SMA gitu), biarkan Saya melakukan hal-hal yang diinginkan T_T (tak terasa air mata-pun mengalir deras di pipi-ku).

Ayah : (diam sejenak)…”Ayah nggak akan marah dan nggak akan melarang kamu, asalkan dari awal kamu jujur sama keluarga.

Jadi semua keluarga tidak cemas, Ayah-Ibu dan kakak sehari-an ini mencari kamu…dengan keadaan di luar sana hujan deras dan tak ada kabar dari kamu!! Kami semua takut terjadi apa-apa terhadap kamu di luar sana..,, karena itu-lah Ayah suruh kakak untuk mencari kamu di teman-teman SMP kamu (sesuai dengan izin Aku semula), tapi kenyataannya kamu tidak bersama mereka.

Kamu tahu kan! Bagaimana perasaan kami semua…cemas, khawatir tapi mau mencari dimana dan menghubungi siapa??!!

Aku : “Saya minta maaf…nggak akan tahu kalau kejadiannya akan seperti ini. Saya janji nggak akan mengulangi-nya lagi.

Ayah : “Ayah nggak akan melarang-larang kamu lagi, asalkan dari awal kamu jujur dan mempunyai alasan yang jelas!

Ya sudah sana, kamu makan dulu…Ayah tau dari siang kamu belum makan nanti maag-nya kambuh lagi.

Sejak obrolan itu, Aku menghampiri meja makan (pastinya untuk makan-lah….) jujur sech dari tadi perut sudah keroncongan ..he..he..he...^V^ . Malam itu semua masalah sudah dianggap selesai, dan di buku harian-lah Aku curhat merangkai kata demi kata……………………………….!!!

AKU BERJANJI INI ADALAH YANG PERTAMA DAN UNTUK YANG TERAKHIR KALI_NYA. AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBUAT KELUARGA SEDIH”.

Dan ku-tutup lembaran kelam itu, untuk kembali menjalani kehidupan semula menjadi diri-ku sendiri dan meninggalkan semua kegiatan buruk itu. Aku sadar kalau semua ini dilakukan Ayah, karena beliau sayang Aku.

Maaf-kan Aku, AYAH”

Masa SMA yg bandel

Untuk sekian lama sejak kecil hingga Aku sudah menginjak bangku SMA di tahun pertama, tidak sekali-pun bisa bebas pergi dengan teman-teman. Berangkat sekolah selalu diantar dan pulang sekolah sudah dijemput, Aku tidak di izinkan untuk membawa kendaraan sendiri. Karena Ayah terlalu sayang dan protect terhadap Aku (karena belum punya SIM, takut nanti kalau jatuh…dan apa lagi yua?! sampai terlalu banyak-nya, Aku-pun lupa). Tapi saat itu Aku malah berpikir sebalik-nya, kalau Ayah itu tidak percaya pada anaknya sendiri, masih menganggap Aku sebagai anak kecil (padahal udah SMA lho!) dan mengekang kebebasan Aku. Gara-gara itulah Aku berpikir untuk melepaskan rantai belenggu ini dengan memberontak dan mulai belajar berbohong. Benar ….benar bodoh !!!! Aku sendiri tidak tahu, akibat apa yang akan terjadi dengan melakukan kebodohan ini…!! Mungkin hal inilah yang membuat Ayah membatasi pergaulan Aku dan sangat protect terhadap setiap aktivitas Aku dikala itu. Tidak ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya. Memang nggak ada kamus mana-pun yang bilang “Penyesalan itu datang di AWAL” Ceritanya saat itu bulan valentine, namanya anak SMA….,, nggak mungkin-lah kalau nggak pada heboh. Anak-anak seumuran Aku pada sibuk nyusun rencana buat valentine bersama pacar ataupun teman-teman. Di sini-lah peran Aku dimulai, Aku yang mengalami masa peralihan menjadi seorang gadis remaja penasaran untuk mencoba segala macam tingkah laku yang aku lihat di luar. Benar-benar rasa ingin tahu Aku sangat besar, hingga tak tahu apakah itu perilaku yang positive atau negative, semua Aku lakukan dengan penuh kesenangan bersama teman-teman Aku SMA di kala itu. Sebelumnya tepat di hari valentine 14 Februari 2004, Aku banyak mendapatkan coklat dan berbagai kado dari cowok (nggak bermaksud untuk nyombong lho!). Oya, tapi Aku cuma ingat satu nama cowok saja yang ngasih Aku coklat, bernama “Yudith” (s’moga cowok yang Aku maksud nggak baca cerita ini, takutnya Dia jadi GR githu…!!) kebetulan tuch cowok memang suka sama Aku dan pernah “nembak” juga lho (mati dong!!!). Dia adalah kakak kelas 3 sewaktu Aku masih kelas 1 SMA dulu, ya dia lumayan popular-lah di sekolahan itu dan banyak disukai sama cewek-cewek. Tapi saat itu Aku memang malas buat pacaran, karena saat itu juga Aku beranggapan kalau pacaran itu “Ribet” maksudnya, suka senyum-senyum sendiri (kayak udach nggak waras), kadang berantem, manja yang nggak jelas, nangis tanpa sebab, ngatur jadwal untuk berdua dan masih banyak lagi dech!!! (sampai otak Aku mau muntah…lho otak koq mpe bisa muntah?! %*). Emang sech Aku belum pernah pacaran sama se-X…tapi kalau suka sama cowok sech pernah, Aku khan masih normal tapi kalau untuk pacaran “TIDAK” untuk saat itu. Udah jelas khan prinsip Aku!!! Daripada buat pacaran yang buang-buang waktu, lebih baik kita melakukan kegiatan-kegiatan remaja pada umumnya yang lebih bermanfaat hingga akan selalu terkenang di hari nanti kita sudah dewasa maupun sudah beranak-cucu (khan bisa jadi cerita nostalgia). Kalau pacaran khan bisa nanti saja, soalnya nggak akan ketinggalan masa koq (cita-cita Aku, pacaran se-X saja langsung menikah….karena sudah menemukan pangeran impian!!) Alasan yang aneehhh se-X… Di masa SMA tahun pertama itu banyak kegiatan yang sudah Aku lakukan mulai dari bolos sekolah buat jalan2 ke Mall+nonton, coba merokok, dihukum lari di lapangan karena tidak mengerjakan PR, pura-pura sakit dan bikin surat izin palsu, dimusuhin sama kakak kelas cewek gara-gara cowok (ich najis dech…emang cowok di dunia ini tinggal 1 yua?!), mangkir ke kantin pas pelajaran matematika (btw guru-nya homo lho!!...di kelas tuch guru hobinya ngedeketin murid cowok dan murid cewek dicuekin, maka dari itu Aku dan temen-temen lebih baik makan di kantin), itu semua ku-lakukan bersama teman-teman (1 gank=6 cewek), Koq kegiatannya malah yang negative yang dibahas ?!. Tapi jangan negative dulu pikirannya, meskipun Aku bandel di sekolahan, ternyata Aku bisa membuktikan kepada seluruh makhluk hidup yang ada di sekolahan kalau Aku bisa berprestasi dan selalu menjadi juara kelas peringkat pertama lho!! Karena sejujurnya hanya di sekolahan-lah Aku bersikap liar, tapi setelah di rumah Aku menjadi diri-ku yang sebenar-nya, yaitu selalu diam di rumah nonton TV, nulis apa aza, bermain sama kucing kesayangan, ngobrol dengan orang tua atau nenek di kala waktu senggang, berantem sama kakak laki-laki Aku (karena cuma punya 1 saudara kandung saja yang jarak umur-nya hampir 8 th). Semua perbuatan yang telah Aku lakukan di sekolah nggak pernah orang tua tahu, Aku juga nggak tahu koq bisa begitu sech!! Ternyata usut punya usut, Aku menjadi anak kesayangan guru. Padahal murni Aku dan orang tua nggak melakukan apapun buat mereka (maksudnya tau khan!!). Karena Ayah-ku sendiri adalah pribadi yang jujur, keras (tegas), dan disiplinnya tinggi, jadi tindakan yang melanggar semuanya itu sangat dibenci oleh Ayah. Kepada kami-lah pendidikan itu diberikan Ayah sejak dini, agar anak-anak-nya tidak berbuat kerugiaan. Sewaktu di sekolah Aku selalu mendapat nilai tertinggi di mata pelajaran Biologi, Kimia, Geografi, Sejarah, Sastra Indonesia (puisi) dan Seni Gambar dan Lukis hingga pihak sekolah mengirimku lomba antar SMA provinsi di bidang tersebut dan bersyukur bias membawa nama harum sekolah dengan mendapat juara 1. Karena itulah, mungkin sekolah tidak begitu memperdulikan kesalahan Aku. Itulah seulas cerita mengenai kehidupan Aku semasa SMA di tahun pertama.

Tersenyum di Kota Trauma

Keberhasilan hidup saya diawali dengan tidak kesukaan saya pada sebuah kota, karena tuntutan pekerjaan ayah yang mengharuskan beliau dipindah tugaskan ke sebuah kota yaitu Jogja, kota yang membuat aku trauma akan kejadian masa lalu.

Selama 4 tahun aku tinggal di kota Jogja hingga kelas 1 SMA, saat duduk di bangku kelas 1 SMA aku mulai tidak berminat bersekolah di SMA itu, aku benar-benar sudah tidak betah di kota itu, aku tak punya teman akrab karena aku tidak pernah bergaul sama sekali. Hanya sekolah saja aktivitas yang aku lakukan di luar, aku-pun tidak pernah main dengan teman atau-pun mengobrol dengan tetangga. Kapan keluarga aku kembali ke Semarang lagi ? karena seharusnya tugas Ayah di Jogja hanya 3 tahun, tapi sampai sekarang kenapa belum pindah ? Pertanyaan yang sempat terlintas di benak-ku. Tiba-tiba ada kabar bahagia dari Ayah yang disampaikan pada keluarga, Tahun depan (2004) tugas Ayah di Jogja selesai dan pindah kembali ke Semarang. Perasaanku senang sekali saat mendengarnya, tapi Ayah bilang kepada Aku “Kalau besok setelah kenaikan kelas 2, Kamu ingin pindah ke sekolah di Semarang yang mutu dan kualitasnya baik minimal harus masuk di peringkat 10 besar”. Ini benar-benar suatu tantangan buat aku, karena aku ingin nantinya bisa bersekolah dengan mutu dan kualitas yang baik, bukan sekedar sekolah dan pindah di Semarang.

Dengan kerja keras dan belajar giat, akhirnya di setiap ujian semester dan hingga ujian kenaikan kelas Aku tidak hanya masuk ke peringkat 10 besar tetapi bisa mendapatkan peringkat 1 kelas dan juara 1 umum di seluruh kelas satu. Ini semua benar-benar di luar dugaan, ternyata Aku mampu melakukannya dan mendapatkan lebih dari target tantangan itu. Keberhasilan ini tidak akan Aku peroleh dengan sendirinya, butuh perjuangan keras dan Aku sadar kalau Aku mempunyai potensi itu, potensi yang selama ini aku tutupi karena rasa benci Aku terhadap sesuatu. Akhirnya Aku dan semua keluarga bahagia dan tersenyum bangga.